Daftarkan Calon Bayi Sebagai Peserta BPJS Kesehatan

tanya jawab bpjs

Wah ternyata sekarang Calon Bayi bisa di daftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ya, calon bayi yang masih ada di dalam kandungan saat ini bisa di daftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga saat calon bayi tersebut lahir nantinya dapat segera tercover oleh layanan BPJS Kesehatan.

Tetapi yang perlu di perhatikan di sini adalah, ketentuan ini hanya berlaku bagi calon bayi yang orang tuanya termasuk dalam kelompok PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah). Siapa saja yang termasuk dalam kelompok PBPU ?

  • notaris/pengacara/LSM, dsb
  • dokter praktik swasta/bidan swasta/mantri, dsb
  • pedagang/penyedia jasa dsb
  • petani/peternak/Nelayan, dsb; asosiasi pedagang kaki lima/Warteg/Rumah Makan Padang, dsb
  • dan pekerja mandiri lainnya.

Daftarkan Calon Bayi Sebagai Peserta BPJS Kesehatan.

  1. Bayi dalam kandungan sebagai calon peserta kelompok PBPU yang didaftarkan adalah semua bayi yang keberadaannya terdeteksi dari adanya denyut jantung bayi (janin) di dalam kandungan (secara medis dengan melampirkan surat keterangan Dokter)
  2. Pendaftaran bayi dalam kandungan sebagai peserta kelompok PBPU dapat dilakukan dengan mencantumkan data sesuai dengan identitas lbu bayi tersebut. Contoh: Calon By. Nyonya (disesuaikan dengan nama lbu).
  3. Pengisian NIK untuk bayi dalam kandungan sebagai peserta kelompok PBPU diisi berdasarkan Nomor KK orang tua calon peserta.
  4. Nomor KK sebagaimana yang dimaksud adalah nomor KK keluarga sebagai suatu
    kesatuan.
  5. Tanggal lahir bayi dalam kandungan sebagai calon peserta kelompok PBPU mengikuti
    tanggal pada saat didaftarkan.
  6. Jenis Kelamin menggunakan perkiraan jenis kelamin yang diperoleh sebagai hasil pemeriksaan USG atau menggunakan perkiraan sementara.
  7. Pengisian kelas rawat calon peserta bayi dalam kandungan sebagai peserta kelompok PBPU, wajib sama untuk satu keluarga.
  8. Perubahan identitas bayi dalam kandungan sebagai peserta kelompok PBPU (nama, tanggal Iahir, NIK), dilakukan paling Iambat 3 bulan setelah bayi tersebut dilahirkan.
  9. Dalam hal tidak dilakukan perubahan terhadap identitas bayi dalam kandungan sebagai peserta kelompok PBPU, maka bayi tersebut tidak dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan status kepesertaannya menjadi tidak aktif.
  10. Tatacara pendaftaran peserta ini sebagaimana dijelaskan diatas, tidak berlaku untuk peserta yang termasuk dalam Pasal Pengecualian Peraturan Direksi Nomor 211 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran dan Penjaminan Peserta Perorangan BPJS Kesehatan yang telah ditetapkan.

Sumber : http://www.slideshare.net/bpjskesehatan1/kini-bayi-dalam-kandungan-dapat-menjadi-peserta-bpjs-kesehatan